26 Agustus 2016 15:38:09
Ditulis oleh Admin Desa

Sejarah Desa Palang

Sejarah Desa Palang: Setiap Desa pasti memiliki sejarahnya masing-masing, demikian halnya dengan Desa Palang. Legenda tentang Desa / Asal muasal desa sering kali tertuang dalam dongeng-dongeng yang di wariskan secara turun temurun dan di sampaikan dari mulut ke mulut sehingga kadang kala sulit bagi kita untuk membuktikan kebenaranya secara fakta, di karenakan oleh tidak pernah di bukukanya Sejarah tersebut, adanya bukti-bukti sebagai pendukung, ada kalanya Hanya sebagai Mitos belaka di Karenakan tidak adanya Bukti-bukti peninggalan pra sejarah, sehingga sulit di percaya kebenaranya, dan masih banyak lagi yang lainya terkait hal tersebut.

Oleh karena hal tersebut, terkait dengan legenda / sejarah Desa Palang, berdasarkan dari cerita ke cerita Rakyat, dan juga telah di temukannya bukti-bukti pendukung pra Sejarah, setelah di lakukan Napak Tilas, meyimpulkan dan mengumpulkan berbagai cerita, sedikit demi sedikit hal tersebut di gabungkan akhirnya di temukan titik temu dari Legenda Desa Palang, oleh sebab itu di dalam penulisan ini sudah barang tentu banyak sekali kekurangan-kekurangan, atau hal-hal yang mungkin agak sulit di terimah oleh kalayak ramai, Maka dari itu penulis sangat berharap kepada seluruh pembaca, terutama para Sejarahwan, kritik dan saranya untuk merevisi sehingga sejarah Desa Palang benar-benar dapat di jadikan peringatan dan tauladan bagi masyarakat desa palang.

Dengan dapat menulis Legenda ini kami memanjatkan rasa syukur kehadirat ALLAH SWT, atas nikmat dan karunianya yang telah berikan, sehingga penulis dapat membukukan Sejarah Desa Palang tersebut dan sudah barang tentu sangat berharap atas segalah hidayah dan ridhonya, Amin

Desa Palang pada awalnya terdiri dari Dua dusun yaitu Dusun Palang utara dan Dusun Palang Selatan, akhirnya menjadi satu menjadi Desa Palang. Desa tersebut sebelum menjadi sebuah Desa adalah daerah Pesisir yang berada di kawasan pantai utara jawa timur tepatnya di daerah sebelah timur Kota Tuban.

Singkat cerita Desa Palang terdiri dari dua Dusun yaitu Dusun Palang Utara dan Dusun Palang selatan, pada kedua dusun tersebut terdapat para sesepuh terdapat cerita tersendiri. Konon legenda asal desa ini berawal pada zaman penyebaran agama islam yang pada kala itu tidak lepas dari perjuangan para wali-wali Allah.

Yang kita tahu para wali-wali Allah ini ketika berjuang dan siar agama islam di Pulau Jawa di bagi menjadi tiga tahapan, diantaranya ada Wali Babat, Wali Bibit, Wali Bobot, Sejarah asal nama Desa ini bermula kala perjuangan Wali Songo, pada masa Wali / Mbah Sunan Giri Gresik, Singkat cerita Pada waktu dulu sudah tentu yang namanya Wali punya banyak Cantrik (sebutan Santri Sunan pada waktu itu). Cantrik seb utan itu biasa di sandang kan bagi santri Sunan. Singkat cerita, ada Cantrik yang sudah terbiasa sebagai utusan Kanjeng Sunan Giri untuk di perintahkan sebagi utusan ke pelosok-pelosok daerah jawa. Cantrik itu Bernama Cantrik MINTO ROGO, waktu itu cantrik mendapatkan amanah / tugas dari Kanjeng sunan Giri untuk menemui Wali Allah yang ada di Pesisir Utara. yaitu Mba GAGAR MANIK atau yang saat ini di kenal tempatnya makam nya yaitu Tundung Musuh. yang Makam nya berada di Desa TasikMadu.

Sebelum berangkat si Cantrik menerima wasiat atau perintah yang harus di laksanakan ( Tidak boleh Dilanggar ) daari Kanjeng Sunan Giri, salah satunya adalah jika Mbah Gagar Manik tidak ada di rumah jamgan sekali-kali bertamu dengan istri nya, dan sebelum berangkat si Cantrik meminta petunjuk kepada kanjeng sunan bagai mana nanti supaya dalam perjalananya kearah yang di tujuh tidak tersesat dan bisa kembali dengan selamat.

Akhirnya Kanjeng Sunan Giri Berkata: Selagi kamu berjalan ke arah barat jika merasa bingung menengoklah atau melihat lah ke arah timuar. Akhirnya tampa menunggu lagi si Cantrik berangkat, dalam perjalananya dari pantai Gresik kearah barat setiap desa yang di singgahi si Cantrik selalu mensiarkan agama Islam, Sehingga pada suatu hari ada keragu-raguan di hati si Cantrik, dan karena takut tersesat si Cantrik mencoba melihat ke arah timur di atas permukaan laut, di situ si Cantrik ter heran-heran, karena teryata yang mirip dengan sebuah gapuroh tersebut berada di atas air, yang pada waktu itu si Cantrik menyebutnya dengan ( PAL MOYO / PALGUNO ). yang artinya sebuah Pal / perbatasan, sebagai pertanda bahwa dia masih bisa melihat pesisir utara / pegunungan daerah Gresik si Cantrik ber asal.

Sehingga pada akhirnya sampailah si Cantrik pada tempat yang di tujuh, tapi ketika sampai pada Ndalem mba Gagar Manik, ter nyata yang di tujuh tidak ada di rumah, hingga akhirnya timbul niatan di hati si Cantirik untuk mekihat-lihat lokasi di sekitar Ndalem Mba Gagar Manik, hingga lupa amanat besar  dari kanjeng Sunan Giri yang ia bawah, karena dia terlena ketika melihat kecantikan istri mba Gagar Manik, yang kala itu berada di belakang rumah sedang membatik, karena dia selama ini hanya mendengar saja dari orang-orang tentang kecantikan istrinya mba Gagar Manik, karena penasaran si Cantrik mendekat lagi, hingga lupa lagi pada tugas-tugasnya. pada waktu pengintipan si istri Mba Gagar Manik, ketika setiap olesan demi olesan pada kain yang akan di batik dari mulut si Istri Mba Gagar Manik selalu keluar lantunan bunyi Sholawat Nab Muhammad SAW.

Pada saat itulah dia baru sadar kalau dia baru saja melanggar perintahnya Mbah Kanjeng Sunan Giri, Hingga dia berkeinginan untuk kembali pulang ke Gresik, tetapi betapa terkejutnya dia ketika melihat atau mencari PALMOYO, yang di jadikan pertanda oleh Kanjeng Sunan Giri tidak kelihatan lagi bekasnya. sehingga akhirnya tempat itu dinamakan PALANG ( Pal le ilang ).

Sejarah Pemerintahan Desa: Pada zaman penjajahan Belanda Desa Palang terbagi dalam Dua Dusun yang terdiri dari Dusun palang Utara dan Dusun Palang Selatan, Desa dipimpin oleh seorang Kepala Desa, Dusun di pimpin oleh kepala dusun yang di bantu oleh Bayan, Petengan, KamiTuwo  dan Jogoboyo.

Seiring dengan perkembangan zaman kedua Dusun tersebut berubah menjadi satu yaitu Desa Palang. yang terdiri dari dari dua dusun antara lain Dusun Palang Utara dan Dusun Palang Selatan. Sejak terbentuk Desa Palang telah mengalami pergantian kepimpinan ( Kepala Desa ) sebagai berikut:

1. Tahun 1927-1942, Desa Palang di Pimpin oleh Reso Widjoyo

2. Tahun 1942-1951, Desa Palang di Pimpin oleh Ismo

3. Tahun 1952-1977, Desa palang di Pimpin oleh Rusmanto

4.Tahun 1994-2008, Desa Palang di Pimpin oleh Edy Kiswanto

5. Tahun 2008-Sampai Sekarang Desa Palang di Pimpin Oleh H. Agus Abdul Manan.SH

 



image
Gambar Tambahan 1 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 2 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 3 Lihat Gambar
Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus